Aha, lama sekali tak nge-blog. Terbengkalai semua. Padahal begitu banyak hendak dimuntahkan.
Baik.
Bi En menelponku dan mengabarkan kemungkinanku berangkat tahun ini sekitar 40%. Ia tawarkan berangkat dari Filipina. Ha ? Lalu imajinasiku mengembara ke segerombol orang yang luntang-lantung di negara orang. Aku ragu-ragu dan mencernanya di otak. Andai berada pada masa muda ketika semangat luntang-lantung itu bergolak, aku tak banyak pikir.
Luntang-lantung itu mungkin frasa dramatis. Namun lebih baik membayangkan terburuk.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Aku belum menuliskan pengalaman umroh kemarin. Sudah begitu banyak cerita umroh atau haji. Namun pengalaman itu begitu personal. Baik, aku akan menulisnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Encul tidur lekas di sofa. Itu alasan mengapa aku begitu relaks membuka laptop. Mbaknya nobar film yang mengambil latar kota kami. Gerimis jatuh. Beberapa hari mentari bersembunyi.